Sedulur Papat Limo Pancer Menurut Kejawen

Sedulur Papat Limo Pancer Menurut Kejawen
Mari kita bahas Sedulur Papat Limo Pancer Menurut Kejawen, Sedulur Papat Limo Pancer Menurut Pandangan Kejawen, Sedulur Papat Limo Pancer Menurut Pemahaman Kejawen, Sedulur Papat Limo Pancer Dalam Falsafah Kejawen. Sejak jaman dulu masyarakat dan para spiritualis Jawa meyakini bahwa setiap manusia mempunyai saudara-saudara gaib yang mendampinginya. Mereka tidak kasat mata tentunya tidak bisa terlihat oleh mata biasa. Mereka tergolong sebagai roh halus. Saudara gaib ini banyak yang menyebutnya dengan istilah  Sedulur Papat Limo Pancer, atau Saudara Kembar, atau Sedulur Gaib, atau disebut juga Sing Momong Awak.

Konsep Sedulur Papat Limo Pancer tersebut secara umum dipercaya dan dihayati oleh masyarakat jawa. Dalam kehidupan sehari-harinya di masa sekarang pun masih banyak orang Jawa yang terbiasa melakukan suatu laku prihatin dan tirakat tertentu untuk menjaga kedekatan mereka dengan Sedulur Papat Limo Pancer tersebut, terutama kalangan spiritualis kejawen.

Sedulur Papat Limo Pancer sebutan lainnya Kakang Kawah (paling tua), Adi Ari-ari (paling muda), Getih (darah), dan Pusar, sedangkan kita sendiri disebut Pancer.  Kita adalah Pancer (pusat), sedangkan sukma kita yang lain disebut sedulur pendamping kita. Artinya, para sedulur kita itu keberadaannya mengikuti kita sebagai Pancer. Para sedulur ini secara halus, sosok dan wajahnya mirip dengan masing-masing orang yang bersangkutan. Roh Pancer dan para Sedulur Papat dalam satu kesatuan merupakan roh / sukma seseorang.

Kepercayaan terhadap sedulur papat ini tatalaku dan ritualnya dimulai ketika seorang ibu melahirkan bayi. Selain atas kelahiran anaknya itu dilakukan syukuran / selametan, terhadap ari-ari si jabang bayi juga dilakukan suatu "perawatan". Ada tatacara dan ritual tersendiri untuk merawat dan menyimpan / memakamkan ari-ari anak, yang selain dibacakan doa-doa, juga diberikan sesaji kembang dan diberikan lampu penerangan selama 7 atau 40 hari di tempat ari-ari dimakamkan, dan dijaga supaya tidak diganggu hewan dan tidak langsung terkena hujan. Pada hari-hari berikutnya biasanya orang tua sang anak akan tekun memelihara sedulur papat anak-anaknya dengan menyajikan bubur merah putih atau jajan pasar pada hari wetonnya masing-masing (atau sebulan sekali).

Setelah anaknya dewasa, maka anaknya itu sendiri yang memelihara sedulur papatnya sendiri dengan rajin berpuasa weton setiap hari wetonnya (hari kelahirannya sesuai kalender jawa). Sampai sekarang dalam masyarakat Jawa masih ada kepercayaan dan tradisi yang dilestarikan untuk melakukan semacam ritual, puasa dan doa dan memberi sesaji untuk sedulur papat, seperti ritual / puasa wetonan, dengan sesaji bubur merah-putih, atau jajan pasar, mandi kembang, atau memberi kembang di makam ari-ari anak, dsb.Tradisi ini baik sekali bila dilakukan, supaya sukma orang yang bersangkutan terpelihara, sehat secara kejiwaan,sehat tubuhnya tidak mudah sakit-sakitan, dan lancar dalam segala urusannya.

Kepercayaan dasar atas laku dan ritual di atas adalah pada adanya kepercayaan tentang kekuatan roh sedulur papat yang selalu mendampingi seseorang sejak orang itu lahir. Karena itu orang jawa yang masih memelihara kepercayaan kejawen akan menghormati kepercayaan itu, bahkan masih banyak yang menjalankannya, walau terkadang dijalani dengan campur aduk sebab yang mereka ketahui misal seperti menjalani ajaran dari turun temurun yang terkadang ada pakem yang tidak diajarkan secara menyeluruh atau sekedar mengambil pengetahuan ilmunya dari kitab primbon. Namun pada dasarnya keyakinan tentang Sedulur Papat Limo Pancer tetap mereka yakini, baik bagi mereka yang percaya atau tidak percaya.

Sedulur Papat Limo Pancer Menurut Kejawen seperti tertera dalam bait kidung dibawah ini, mari kita simak dan lebih dipahami, berikut kutipan kidungnya :

Ana kidung akadang premati, Among tuwuh ing kuwasanira, Nganakaken saciptane, Kakang kawah puniku, Kang rumeksa ing awak mami, Anekaken sedya, Pan kuwasanipun, Adhi ari-ari ika, Kang mayungi ing laku kuwasaneki, Anekaken pangarah, Ponang getih ing rahina wengi angrowangi, Allah kang kuwasa, Andadeaken karsane, Puser kuwasanipun, Nguyu-uyu sambawa mami, Nuruti ing panedha, Kuwasanireku, Jangkep kadang ingsun papat, Kalima pancer wus dadi sawiji, Nunggal sawujudingwang.
Artinya :
Ada sabda tentang saudara kita yg merawat dgn sungguh2. Yang memelihara berdasarkan kekuasaanya. Apa yg dicipta terwujud. Ketuban itu, yg menjaga badan saya. Yang menyampaikan kehendak, dengan kuwasanya. Dinda ari-ari itu, yang memayungi semua tindakan berdasarkan kekuasaanya, yg menyampaikan tujuan. Sedangkan darah siang dan malam membantu Allah yg kuasa. Mewujudkan kehendak-NYA. User kekuasaanya, memerhatikan sungguh-sungguh diriku, memenuhi permintaanku. Maka, lengkaplah empat saudara saya, kelimanya adalah saya sebagai pusat. Sudah menjadi satu. Manunggal dgn wujudnya.

Dari kedua bait kidung di atas, sudah jelas apa itu yang di namakan Sedulur Papat Limo Pancer. Anak yang pertama tentu saja kakak dari sang janin yaitu Ketuban atau Kawah. Ketika ibu melahirkan yang pertama kali kelur adalah Ketuban. Karena itu disebut saudara tua. Kakang Kawah dia berfungsi sbg penjaga badan sang janin di dalam rahim. Setelah itu, saudara sekandung yg lebih muda adalah Ari-ari, tembuni/plasenta. Pembungkus janin didalam rahim. Ari-ari menjaga tindakan sang bayi didalam perut ibu. Yang menyampaikan tujuan. Begitu bayi lahir, maka Ari-ari ikut keluar. Ia mengantarkan sampai ke tujuan, yaitu lahir dgn selamat disertai pengorbanan dirinya.

Berikutnya adalah Darah. Inipun saudara janin. Tanpa adanya Darah, janin bukan saja tidak bias tumbuh tapi juga akan mengalami keguguran. Darah membantu Tuhan siang dan malam, untuk mewujudkan kehendakNYA ( Tuhan tdk perlu bantuan, ini hanya hakekat) Seolah-olah Darah adalah nyawa sang bayi.

Saudara yang keempat adalah Pusar / Wudel/User/Nabi. Yg dimaksud adalah plasenta/ tali pusar, sedangkan pusar adalah bekas menempelnya tali pusar pada perut. Tali pusarlah yang menghubungkan antara perut bayi dan ari-ari. Ia sebagai alat untuk menyalurkan makanan dari Ibu ke bayi dalam kandungan. Dengan tali pusar itu bayi mendapatkan pasokan makanan dari ibunya. Pusar berfungsi untuk memenuhi permintaan si jabang bayi. Dalam pandangan budaya Jawa, meski beragama apapun, tetap mempercayai bahwa dalam hidup di dunia ini, saudara empat itu tetap menjaga baik semasih dlm kandungan maupun di dunia nyata. Yang kembali ke anasir-anasir bumi, air, udara dan api hanyalah ke empat jasadnya tersebut. Begitu jabang bayi lahir, jasad saudara empat itu kembali ke asalnya. Air ketuban dan darah dibersihkan begitu bayi lahir. Ari-ari dan potongan tali pusar di pendam atau di hanyutkan di sungai. Yang masih adalah si jabang bayi. Sedangkan secara spiritual saudara empat kita masih tetap menjaga kita hingga mati.

Beberapa Mantra Sedulur Papat Limo Pancer yang mungkin perlu anda amalkan yang diijazahkan oleh R.Tjakra Djajaningrat, terkait hal spiritualitas kejawen dalam menyambat atau minta bantuan Sedulur Papat Limo Pancer. Dalam membaca mantra bisa diawali dengan doa pembuka sesuai agama dan keyakinan anda, bismillahirohmanirohim bagi muslim, tanda salib bagi nasrani, dsb.

Berikut ini Mantra Sedulur Papat Limo Pancer :

Mantra Sambat Sedulur Papat Limo Pancer:
"Marmarti Kakang Kawah Adi Ari-Ari, Sedulur Papat Limo Pancer, Sedulurku kang lahir bareng sedino lan, Sedulurku kang lahir bareng sewengi, Ingsun nduwe kerso…… (sebutkan apa yang akan anda lakukan/ inginkan) Ewang-ewangono ingsun supoyo kabul kasembadan".
Mantra di atas sampai titik-titik diisi dengan tujuan anda, dengan meminta bantuan sedulur papat limo pancer dalam tujuan tertentu diharapkan tingkat keberhasilannya menjadi lebih tinggi dibanding jika hanya dilakukan sendirian. Hal ini tentu tidaklah cukup sekedar membaca mantranya tanpa dibarengi lelaku tirakatnya, atau anda sudah teraktivasi sedulur papat limo pancer anda. Maka ikutilah programnya S45P.

Mantra Panyuwunan Sedulur Papat Limo Pancer:
" Sukmo sejati, Sukmo wekasan, Kadangku papat limo pancer, Sawiji tunggal ing urip, Ya Alloh kulo nyuwun ijin, Ya Alloh kulo nyuwun kekiatan, Ya Alloh kulo nyuwun kegaiban, Ya Alloh kulo nyuwun ......... (sebutkan apa yang akan anda minta/ inginkan) Mugi-mugi Alloh ngabulaken panyuwun kulo, Salallahu Alaihi Wasalam, Kun fayakun".
Mantra di atas sampai titik-titik diisi dengan permohonan anda, dengan meminta bantuan sedulur papat limo pancer dalam tujuan tertentu diharapkan tingkat keberhasilannya menjadi lebih tinggi dibanding jika hanya dilakukan sendirian. Hal ini tentu tidaklah cukup sekedar membaca mantranya tanpa dibarengi lelaku tirakatnya, atau anda sudah teraktivasi sedulur papat limo pancer anda. Maka ikutilah programnya S45P.

Mantra Kesaktian Sedulur Papat Limo Pancer:
" Sun mantak ajiku dulur gaib, Aji sekti tumeko seko wahyune Gusti Allah, Kekuatan soko howo geni, banyu, angin lan lemah wes tak rekso, Keslametan soko keblat papat etan, kulon, lor, kidul wes tak sedyo, Sindung kuat bagas waras slamet, Urip tan kenaning pati, Ingsun sejatining aji-aji, Ingsun sejatining manungso, Suwe montro sewu dongo, Metu seko niatku tak kerso kanggo......... (sebutkan kesaktian atau kekuatan apa yang akan anda inginkan), Daulat manpangat dulurku papat limo pancer, Wahyu agung ono kene".
Mantra di atas sampai titik-titik diisi dengan niat anda, dengan meminta bantuan sedulur papat limo pancer dalam mendatangkan kesaktian diharapkan anda memiliki kekuatan dari ajian yang anda inginkan. Hal ini tentu tidaklah cukup sekedar membaca mantranya tanpa dibarengi lelaku tirakatnya, atau anda sudah teraktivasi sedulur papat limo pancer anda. Maka ikutilah programnya S45P.

Mantra Pengasihan Sedulur Papat Limo Pancer:
" Sih jagad temelung seko swargo, Ono asihane seko poro dewo, Ingsun mantak ajiku asihan keblat papat, Cikal bakal bakale si jabang bayine ......... (sebutkan nama orang yang anda maksud), teko welas teko asih, Teko ndulu teko ndeleng, Teko lulut teko manut, Ingsun sambat dulurku papat limo pancer, Asihan agung teko mrene, Cipto tunggal ing kinasihan soko kersaning Allah".
Mantra di atas sampai titik-titik diisi dengan nama orang yang anda harapkan/ pikat/ pelet, dengan meminta bantuan sedulur papat limo pancer dalam meraih cinta asmara diharapkan anda mendapat balasan cinta dari pujaan hati. Hal ini tentu tidaklah cukup sekedar membaca mantranya tanpa dibarengi lelaku tirakatnya, atau anda sudah teraktivasi sedulur papat limo pancer anda. Maka ikutilah programnya S45P.

Mantra Penglarisan Sedulur Papat Limo Pancer:
" Laris kabuko seko keblat papat, Tak sedyo tumeko wong seko etan, kulon, lor, kidul, ngelarisi daganganku, Tak tarik sakehe manungso gede, cilik, tuwo, enom, nukoni daganganku, Laris laris laris daganganku sing ono ......... (sebutkan alamat toko/ tempat jualan anda), teko laris teko untung, Ingsun sambat dulurku papat limo pancer, Kelarisan agung ono kene, kamulyaning jagad teko mrene, Berkah soko kersaning Allah".
Mantra di atas sampai titik-titik diisi dengan alamat toko atau daerah tempat jualan anda, dengan meminta bantuan sedulur papat limo pancer dalam melariskan dagangan diharapkan anda mendapat keuntungan dan bisa mendapatkan kemakmuran sehingga bisa menjadi kaya raya. Hal ini tentu tidaklah cukup sekedar membaca mantranya tanpa dibarengi lelaku tirakatnya, atau anda sudah teraktivasi sedulur papat limo pancer anda. Maka ikutilah programnya S45P.

Mantra Pesugihan Sedulur Papat Limo Pancer:
" Gedong agung keblat papat, Ingsun mbuko kasugihanku seko etan, kuln, lor, kidul, Ono sandang pangan teko mrene, Ono bondo donyo teko mrene, Ono rejeki agung mlayu mrene, Sambat sinebut marang sedulurku papat limo pancer, Gusti Allah angabulake, Kun fayakun kawujud ing ngarsaning sun, Sugih ndonyo sugih akerat, Urip tan kenaning mlarat".
Mantra di atas dibaca setiap malam selama 3 hari yakni saat gapit weton, dengan meminta bantuan sedulur papat limo pancer dalam memohon kekayaan atau pesugihan maka anda akan menjadi orang kaya raya. Hal ini tentu tidaklah cukup sekedar membaca mantranya tanpa dibarengi lelaku tirakatnya, atau anda sudah teraktivasi sedulur papat limo pancer anda. Maka ikutilah programnya S45P.

Mantra diatas merupakan contoh diharap akan bermanfaat bagi anda yang telah teraktivasi S45P anda dengan mengikuti program spiritual S45P. Maka cukup diawali kata kunci pamungkas atau sandi asmo sejati milik anda maka tidak perlu tirakat, sebab anda sudah memiliki induk keilmuan spiritual S45P sehingga dengan mudah menembus dimensi energi spiritualnya dengan mengakses energi hidup untuk apa tujuan anda. Bagi yang mengambil program master bisa dengan mudah mengijazahkan mantra diatas sebab anda memiliki hak mengaktivasi energi S45P pada orang lain. Tentunya gunakan kata kunci anda diakhir setelah membaca mantranya.

Semoga dengan artikel Sedulur Papat Limo Pancer Menurut Kejawen dapat menambah wawasan yang berharga, serta anda tercerahkan hanya memanfaatkan kekuatan dari diri anda sendiri tanpa bantuan jin, khodam, pegangan, jimat, atau media lainnya. Sebab semua kunci dan rahasianya ada pada diri anda sendiri, tentunya hal itu bisa  anda temukan jika anda mendapat keilmuan yang original dan mendapat bimbingan dari seseorang yang ahli dan memiliki tradisi keilmuan yang asli. Semua itu hanya anda temukan hanya di Program Spiritual S45P DISINI.